Archive for May 2015

TEMPAT WISATA PULAU BALI




TEMPAT WISATA PULAU BALI

1. TANAH LOT



      Tanah lot terletak di Kabupaten Tabanan. Tanah Lot merupakan salah satu alternatif untuk melihat matahari tenggelam/sunset selain di Pantai Kuta. Waktu terbaik berkunjung sebaiknya pada pukul 17.00 WITA. Tempat ini merupakan obyek wisata pantai yang mempunyai pura di tengah laut, terdapat ular suci yang menjaga tempat tersebut dan air suci yang berada di pura Tanah Lot.
      Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot Nampak seperti pura yang terapung apabila gelombang pasang, tetapi bila gelombang surut maka orang dapat berjalan menuju pura itu. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Ular suci penjaga yang berada disekitar gua pura Tanah Lot tersebut sampai sekarang masih ada. Secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning.
2. JOGER

      Pulau Bali memang penuh dengan segala keunikan karya seni yang dihasilkan oleh para seniman dari propinsi ini sendiri. Tak hanya tentang alam dan budaya namun dari Joger muncul rangkaian kata yang lucu, sederhana dan terkadang menyentil menjadi satu inspirasi yang akhirnya tertuang dalam bentuk pakaian, sandal, sepatu, asbak, gantungan kunci dan masih ada yang lainnya. Joger adalah sebuah toko yang terletak di Jalan Raya Kuta, dimana saat ini keberadaannya telah menjadi primadona bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali sebagai tempat untuk memburu oleh-oleh ciri khas Bali saat mereka kembali ke tempat asalnya.
      Joger berdiri tanggal 19 Januari 1981, dimana sejak saat itu nama Joger menjadi satu hak cipta yang secara tegas membatasi pembelian produk, melarang penjualan semua produk bermerek dagang dan bertanda tangan Joger untuk diperjualbelikan di luar gerai Joger itu. Gerai Joger berjarak kurang lebih 11 km dari Kota Denpasar Bali sehingga hanya dalam waktu sekitar 20 menit perjalanan saja maka anda akan tiba disini dan langsung bisa berbelanja aneka produk Joger.
      Mr Joger adalah panggilan akrab bagi Joseph Theodorus Wulianadi pendiri Joger itu sendiri yang mana nama Joger itu sendiri merupakan penggabungan antara 2 huruf nama depan antara JOseph Theodorus Wulianadi dengan 3 huruf nama depan temannya yang memberi hadiah pernikahan padanya sebesar US 20.000 yaitu Mr. GERhard Seeger.    Nama Joger pun akhirnya memang mudah diingat dan unik ditambah dengan Salam Khas mereka yang selalu Selamat Pagi walau hari telah petang sekalipun.
      Adapun produk-produk bermerk Joger ini merupakan salah satu terobosan unik di dunia  usaha yang berhasil mengangkat kata-kata menjadi suatu brand  pabrik kata-kata yang identik dengan pulau Bali. Dengan kualitas produk yang sangat bagus maka amatlah tidak lengkap jika wisatawan tidak datang ke Joger jika berlibur kesini. Hampir setiap hari tempat ini dipenuhi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara terutama ketika musim liburan tiba.
      Pada saat ini, Joger memiliki sekitar 150 orang pegawai yang siap melayani pengunjung lengkap dengan senyum dan keramahan mereka. Selain itu, Joger pun mempekerjakan banyak orang cacat sehingga mereka mampu berkarya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
      Pendirian yang teguh untuk selalu mempertahankan  keaslian merk  Joger di pulau Bali memang terbukti,  hal ini terlihat dari kenyataan bahwa semua produk yang dihasilkan Joger  tidak bisa dibeli di luar pulau Bali, sehingga  apabila seseorang memakai Joger berarti pernah berlibur ke Bali.
      Penggunaan bahan yang berkualitas membuat semua produk yang dihasilkan Joger tidak kalah dengan barang luar negeri bermerk Billabong atau Quick Silver, namun harga tetap terjangkau untuk orang Indonesia.
      Saat ini fasilitas yang tersedia di kawasan Joger adalah banyaknya tempat kuliner, art shop, toilet serta area parkir yang cukup memadai bagi pengunjung yang datang,
      Banyak kesan indah yang pasti akan anda terima jika mengunjungi Pulau Bali ini. Bukan hanya keindahan alam serta atraksi budaya saja, namun aneka buah tangan yang akan diperuntukkan bagi kerabat serta orang terdekat pun tak kalah menariknya.

3. BEDUGUL DAN DANAU BERATAN




      Bedugul merupakan salah satu tempat atau obyek wisata Bali yang menawarkan keindahan pegunungan dan danau. Tempatnya yang tinggi membuat daerah ini selalu diselimuti kabut dan berhawa dingin. Daerah Bedugul terletak kabupaten Tabanan dan berjarak ± 70 km atau 2,5 jam dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Obyek wisata Danau Beratan merupakan salah satu obyek wisata di Bedugul yang sayang untuk dilewatkan. Cuaca yang sejuk di siang hari membuat pengunjung merasa nyaman untuk menikmati pemandangan sekeliling Danau Beratan. Untuk memandangi sekeliling danau, pengunjung bisa menyewa kapal boat.
      Berdasarkan letaknya, Danau Beratan terletak dikawasan Bedugul, Desa Candi Kuning, Kabupaten Tabanan, Bali. Berada di jalur provinsi yang menghubungkan Denpasar, Singaraja serta letaknya yang dekat dengan Kebun Raya Eka Raya menjadikan tempat ini menjadi andalan wisata pulau Bali. Disamping mudah dijangkau Danau Beratan juga menyediakan pesona dan akomodasi yang memadai. Ditengah danau terdapat sebuah Pura yaitu Pura Ulun Danu yang merupakan tempat pemujaan kepada Sang Hyang Dewi Danau sebagai Dewi Kesuburan. Gambar pura ini juga terdapat pada gambar uang kertas lima puluh ribu.





4. PANTAI SANUR 


      Pantai Sanur merupakan salah satu pantai terkenal di Bali sejak dulu kala. Pantai ini merupakan pantai yang indah dengan pasir putih dan pemandangan yang elok. Letaknya berada 6 km dari sebelah timur Denpasar.Didekat pantai Sanur terdapat sebuah hotel yang pertama kali di Bali dan tingginya lebih dari pohon kelapa, hotel tersebut adalah hotel Beach Bali.
      Pantai ini terkenal dengan pasirnya yang putih bersih dan sangat lembut. Disamping itu, Pantai Sanur merupakan pantai yang banyak terdapat batu karang. Kawasan Sanur merupakan alternatif bagi wisatawan yang ingin menghindari keramaian di pantai-pantai sibuk lainnya seperti Kuta atau Nusa Dua.
      Di pantai ini ketenangan dan kenyamanan adalah prioritas utama. Bagi yang suka menikmati matahari terbit (sunrise) maka pantai Sanur adalah tempat yang sangat tepat. Pantai Sanur yang akan terlihat sangat indah ketika sore menjelang, karena keadaan air laut surut dan juga gelombang yang beriak kecil. Dari Sanur pula terlihat gugusan Pulau Serangan dan bukit batu karang yang menjorok ke laut di sebelah selatang semakin menasbihkan bahwa Sanur sangat  eksotis.
      Suasana di sepanjang pantai Sanur terang dan teduh karena penuh dengan pohon besar. Pantai Sanur baik untuk menikmati matahari dan cocok untuk berjemur di sepanjang pantai yang berpasir putih ini.

5. TANJUNG BENOA 




      Tanjung Benoa berada di ujung tenggara pulau Bali dan bertetanggaan dengan kawasan Nusa Dua. Tanjung Benoa dikenal sebagai pusat wisata air mulai dari parasailing, banana boat, Jet Ski, Rolling Donut, Flying Fish, Snorkeling, Scuba Diving, Glass Bottom Boat dan berkunjung ke Turtle Island (pulau penyu) dengan menggunakan perahu.
      Harga yang dikenakan pada pengunjung untuk menikmati berbagai sarana olahraga atau permainan air tersebut berkisar antara 150 ribu hingga 200 ribu. Dengan harga tersebut pengunjung bisa menikmati olahraga air selama 10-15 menit.
      Kegiatan permainan air biasanya dimulai pada pagi hari sekitar jam 8 sampai dengan jam 12, karena setelah itu air akan surut dan anda tidak bisa menikmati permainan-permainan air lagi karena boatnya tidak bisa digunakan. Dengan instruktur-instruktur yang handal, anda akan diberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan saat menikmati permainan air di sini.
      Uniknya dari tempat ini adalah olahraga surfing atau selancar yang banyak di jumpai di pantai-pantai pulau Bali justru tidak ada di sini, hal ini dikarenakan ombak yang ada di tempat ini cenderung tenang, sehingga kurang cocok untuk olahraga surfing. Di sini juga tidak ada transportasi umum yang hilir mudik, sehingga umumnya pengunjung menggunakan bus pariwisata, kendaraan sewa maupun pribadi.  

6. GARUDA WISNU KENCANA 















     Garuda Wisnu Kencana adalah sebuah taman wisata dibagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak di Tanjung Nusa Dua kabupaten Badung, kira-kira 40 km disebelah selatan Denpasar. Area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana berada di ketinggian 146 meter diatas permukaan tanah atau 263 meter diatas permukaan air laut. Di area ini sedang di rencanakan di dirikan Patung Raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi Garuda setinggi 12 meter. Tapi sampai saat ini pembuatannya masih belum selesai. Patung Dewa Wisnu ini masih terpisah bagian tubuhnya, patung Garuda-nya pun masih terpisah juga dengan patung Dewa Wisnu ini dan di rencanakan akan di gabung menjadi satu
      Patung ini merupakan karya pematung terkenal Bali, I Nyoman Nuarta. Monumen ini dikembangkan sebagai taman budaya dan menjadi ikon bagi pariwisata  Bali dan Indonesia. Patung ini diproyeksikan untuk mengikat tata ruang dengan jarak pandang sampai 20 km sehingga dapat dilihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua, hingga Tanah Lot. Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan symbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia. Jika pembangunannya selesai, patung ini akan menjadi patung terbesar didunia dan mengalahkan patung Liberty.

7. PANTAI KUTA 



      Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach).
      Waktu paling ramai dikawasan pantai Kuta adalah disore hari atau waktu matahari terbenam (sunset). Semua turis mancanegara maupun lokal berkumpul menjadi satu di sini. Jika ada momen-momen khusus didalam negeri seperti liburan sekolah, libur lebaran Idul Fitri atau libur tahun baru, bisa dipastikan tempat ini sangat ramai.
      Di pantai Kuta pengunjung bisa melakukan selancar atau surfing, bermain sepak bola, bermain layang-layang, sekedar rebahan dipasir pantainya yang hangat, atau cuci mata menyaksikan para bule berjemur. Jasa pembuatan tato temporer (sementara) bisa didapat di pantai ini.
      Kuta Beach Hotel adalah hotel pertama yang berdiri dikawasan ini, namun harus ditutup karena tentara Jepang menyerang Bali pada waktu itu. Biasanya hotel-hotel dikawasan ini bertaraf Internasional. Berawal dari ujung pantai Kuta terdapat Inna Kuta Beach Hotel, Hard Rock Hotel, Mercury Hotel, dll. Juga berdiri sebuah penginapan yang sangat nyaman bergaya butik resort yaitu Alam Kul-kul Boutique and Resort.

pemburu koin






Pemburu Koin di Pelabuhan Gilimanuk ---
Demi Rp 5 Ribu, Tinggalkan Bangku Sekolah 


Masyarakat pengguna jasa penyeberangan di Selat Bali (Pelabuhan Gilimanuk maupun Pelabuhan Ketapang) pastitidak asing lagi melihat kumpulan anak-anak dan remajatanggung yang terapung di perairan. Mereka denganlincahnya meliuk-liukkan badan di pinggiran kapal-kapalpenyeberangan. Tujuannya hanya satu. Memburu uang koinyang dilemparkan penumpang kapal. Bagaimana sebenarnyakehidupan mereka?

KAPAL-KAPAL penyeberangan yang nyandar di pelabuhan menjadi tumpuanharapan mereka. Begitu koin dilemparkan dengan sigap mereka menyelam.Sejenak, tubuh mereka hilang ditelan air laut yang membiru. Tak lamakemudian, mereka muncul lagi dengan mengepalkan tangan dan menunjukkanuang yang berhasil didapat. Uang logam Rp 100, Rp 500 dan Rp 1.000 inilahyang dikumpulkan dari satu kapal ke kapal lain.
Satu hari paling sedikit mendapat Rp 5 ribu, tutur Fendi, bocah Ketapang yangsudah biasa melakoni rutinitas itu. Di saat teman-teman sebayanya duduk dibangku sekolah, dia harus bekerja untuk bisa membeli makanan. Fendi mengakukelas VI SD, namun dia meninggalkan sekolah agar bisa menyambung hidup.Kalau uang yang didapat lebih dari Rp 5 ribu, uang itu juga dibelikan beras.
Hal senada juga diungkapkan pemburu yang usianya menginjak remaja. Kadang-kadang bisa mendapat Rp 30 ribu. ''Uangnya buat beli makan bos. Kalau adalebih saya tabung,'' ujar remaja yang selalu menyebut lawan bicaranya denganbos. Menyelam dan memburu uang ini sudah mereka lakukan sejak kecil.Tempat tinggal mereka yang dekat dengan pelabuhan membuat ladangpencarian rezeki mereka tidak jauh dari pelabuhan.
Tak sedikit pun terbersit ketakutan di wajah mereka. Menyelam bahkan terjundari kapal sudah biasa mereka lakoni. Demi recehan mereka berani melakukanaktivitasnya itu.
Selain mencari koin, mereka juga seringkali unjuk kebolehan seperti layaknyaatlet loncat indah atau seperti turis bule yang sedang bungee jumping.Tujuannya jelas, dapat upah dari penumpang kapal. Upahnya lumayan. Bisa Rp1.000 atau lebih. Upah ini mereka dapat setelah naik lagi ke kapal. Jarak antaraatap kapal hingga ke air sekitar 7 meter dan mereka melakukan itu tanpapengamanan apa pun. Hanya pakaian biasa. Kaca pelindung pun tidak semuanyapunya.
Salah seorang penumpang kapal bernama Gus Mang mengatakan senang denganatraksi yang ditunjukkan para penerjun. ''Saya sebenarnya kasihan dengan anak-anak itu. Mereka kan seharusnya sekolah, tapi sekarang harus mencari uanguntuk bisa makan,'' ujar pria yang mengaku sudah mengeluarkan dua lembaruang Rp 1.000 dan dua uang logam Rp 500 untuk menyaksikan atraksi anak-anakitu.
Ketika mesin kapal mulai hidup dan bergerak perlahan meninggalkan PelabuhanGilimanuk, mereka pun mulai menjauhi kapal. Sasaran berikutnya adalah kapalyang lain.
Kalau tidak mood menyelam, mereka memilih duduk-duduk di dermaga. Namunbegitu, melihat rekannya mulai nyebur, mereka pun tergoda. Koin demi koinmereka kumpulkan untuk menyambung hidup. (wah)







Pemburu Koin di Pelabuhan Gilimanuk Panen Rejeki
·          

Padatnya arus penyebrangan di Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa berkah bagi belasan tukang selam pemburu koin yang mangkal di pelabuhan Gilimanuk. Mereka mengaku penghasilannya meningkat dari hari-hari biasanya.

Pantuan di lapangan, Minggu (4/1), tukang selam koin yang rata- rata berumur belasan tahun sejak pagi sudah mangkal di 3 dermaga kapal penumpang.

Mereka rela berendam berlama-lama di laut sambil berterik- teriak agar penumpang kapal berbaik hati melempar uang receh pecahan 100, 500 dan 1000.

Untuk mendapat hasil maksimal, mereka rela mempertontonkan aksi berbahaya dengan melompat dari atas kapal sambil jungkir balik demi untuk memikat penumpang kapal agar bersedia melemparkan uang receh kepadanya.

Begitu uang receh itu dilempar oleh penumpang kapal, tukang selam koin ini langsung berebutan menyelam tanpa alat bantu pernafasan. Begitu uag receh tersebut berhasil ditangkap, mereka menunjukkannya kepada penumpang kapal lalu menyimpannya di mulut mereka.

"Saat penumpang ramai seperti ini, penghasilan kami lumayan bertambah," ujar Ahmad, salah sorang penyelam koin.

Menurutnya, dalam sehari masing-masing tukang selam koin ini bisa mendapatkan uang antara Rp. 15 ribu hingga Rp. 20 ribu.

"Kalau hari-hari biasa paling-paling lima ribu sampai sepuluh ribu saja," ujarnya. (dey)



Statistik blogger

               Fitur Statistik Di Blogger

Hai kawan blogger semuanya..

Apa kabar nih hari ini? Baik-baik bukan?

Yup, di hari Jum’at yang indah ini akan dibahas mengenai fitur statistik yang ada di blog berbasis blogspot. Apa menariknya dari fitur ini? Yup, ini merupakan fitur terbaru yang belum lama ini diluncurkan oleh blogger. Dengan fitur ini akan lebih memudahkan kita dalam menganalisis blog tanpa harus menggunakan bantuan widget pihak ketiga.

Yup, langsung saja yuk kita ke pembahasannya..



Mengapa statistik terhadap blog itu menjadi penting?


Yup, seperti yang kita ketahui jika bagi kebanyakan blogger tujuan mereka untuk membuat blog dan melakukan aktifitas blogging adalah untuk menjaring pengunjung sebanyak-banyaknya guna menginformasikan postingan apa saja yang ada di dalam blog mereka. Manfaatnya sudah jelas bukan? Jika blog mereka laris dikunjungi, bukan tidak mungkin hal tersebut akan membuka peluang yang luas untuk memonetize blog mereka sebagai sumber penghasilan seperti pemasangan iklan misalnya.

Jika kita yang berada dalam posisi tersebut, tentu akan sangat membutuhkan statistik yang lengkap terhadap blog kita guna melakukan analisis lebih lanjut untuk melakukan penelitian dan pengembangan. Apakah blog kita itu pada nyatanya sudah banyak pengunjungnya? Darimana saja datangnya pengunjung blog kita? Dengan cara apa saja pengunjung itu datang ke blog kita? Nah, semua itu akan terjawab dengan mudah melalui statistik yang lengkap dan akurat terhadap blog kita. Jika hal tersebut dapat kita peroleh, tentunya ini akan sangat bermanfaat sekali untuk penelitian dan pengembangan terhadap blog kita agar ke depannya kita dapat semakin mudah dalam usaha memajukan blog kita punya. Blogger.com sebagai salah satu platform blog sendiri sudah menyediakan fitur itu guna kemudahan penggunanya dalam menganalisis perkembangan blog setiap waktu.


Apa saja kelebihan dari fitur statistik blogger ini?


Meski fitur ini hanya dapat digunakan untuk blog yang berbasis blogspot saja, tetapi setidaknya ada beberapa fitur unggulan yang dapat kita peroleh dari penggunaannya, seperti;


Penggunaannya mudah karena ditampilkan dalam format yang lebih simpel dan sederhana. Sehingga bagi pengguna awam pun akan dapat dengan mudah untuk menganalisis data apa saja yang diterima blognya.

Perhitungan statistik untuk blog kita akan diukur secara berkala setiap saat. Bahkan kita pun dapat melihat statistik yang terjadi pada blog kita saat kita melihat fitur statistik tersebut.

Adanya beberapa bagian penting yang disajikan dalam fitur ini seperti overview, posts, traffic sources, dan audience.


Bagian penting yang tersaji dalam fitur tersebut dapat dijelaskan masing-masing sebagai berikut;


Overview


Halaman overview akan ditampilkan seperti ilustrasi gambar di bawah ini;




Pada halaman overview ini akan ditampilkan ringkasan secara keseluruhan tentang apa saja yang terjadi terhadap blog kita. Baik itu overview, posts, traffic sources, dan audience. Dengan hanya melihat halaman ini saja sebenarnya kita sudah dapat menyimpulkan tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam blog kita. Apakah blog kita mengalami kenaikan pengunjung atau justru mengalami penurunan.


Pada halaman ini dapat kita pilih tampilan statistiknya sesuai waktu yang kita inginkan, antara lain pada waktu sekarang saat kita membuka halaman statistik tersebut, hari ini, minggu ini, bulan ini, dan waktu secara keseluruhan. Statistiknya akan terlihat pageviews seerti yang terlihat di grafik. Akan ditampilkan statistik jumlah pageviews pada waktu tertentu.


Posts


Halaman ini akan menganalisis masalah postingan dalam blog kita yang akan tampil seperti gambar di bawah ini;



Pada halaman ini akan diurai menjadi dua bagian yaitu untuk posts dan pages.


  1. Posts. Untuk posts akan ditampilkan postingan  apa yang dilihat oleh pengunjung dan berapa jumlah penayangannya berdasarkan waktu yang kita pilih.
  2. Pages. Sementara pages digunakan untuk menampilkan pages apa yang juga dilihat oleh para pengunjung blog kita dan berapa kali jumlah penayangannya berdasarkan waktu yang telah kita pilih. Akan tetapi, jika kita tidak menampilkan atau membuat pages dalam blog kita maka statistik untuk pages tersebut tidak akan muncul.


Traffic sources


Halaman untuk traffic sources akan terlihat seperti gambar di bawah ini;



Dalam halaman traffic sources ini akan diberikan tiga kategori ulasan untuk statistik dalam blog kita, antara lain reffering url, reffering sites, dan search keywords.


Reffering url. Untuk reffering url ini akan diperlihatkan dari url mana saja sumber pengunjung yang datang ke blog kita.

Reffering sites. Pada reffering sites akan diperlihatkan juga dari situs mana saja pengunjung blog kita itu berasal.

Search keywords. Untuk search keywords ini adalah kata kunci seperti apa yang digunakan oleh pengunjung yang datang untuk menemukan blog kita.


Audiences


Pada halaman audiences akan dibahas mengenai siapa saja yang mengunjungi blog kita seperti yang tergambar dalam ilustrasi di bawah ini;



Pageviews by country. Ini akan memperlihatkan dari negara mana saja pengunjung yang datang ke blog kita. Pada halaman ini akan ditampilkan ilustrasi gambar beserta keterangan negara dan jumlah pengunjungnya dari negara tersebut.

Pageviews by browsers. Merupakan analisis tentang browser apa saja yang digunakan oleh pengunjung saat mendatangi blog kita. Apa manfaatnya? Analisis ini dapat menyimpulkan dari browser mana saja blog kita ini dikunjungi, sehingga dengan begitu setidaknya kita akan tahu jika blog kita tersebut mendapatkan tampilan halaman yang terbaik dari browser jenis apa.

Pageviews by operating systems. Ini akan menganalisis operating system apa saja yang digunakan oleh pengunjung blog kita dalam komputer dan laptop mereka.


Bagaimana? Sudah jelaskah sampai di sini? Jika belum, silakan dibaca kembali dari awal atau bisa untuk menanyakan perihal yang kurang jelas pada komentar di bawah.


Apakah ada widget statistik yang dapat dipasang diblog kita?


Tentu saja ada widget yang dapat dipasang diblog kita. Mulai dari asli bawaan blogger maupun buatan pihak ketiga. Untuk bahasan kali ini kita akan mengulas tentang widget statistik bawaan dari blogger. Cara untuk menampilkannya adalah setelah kita log in dan memilih rancangan, kemudian klik tambah gadget dan pilih statistik blog seperti yang tampil pada gambar di bawah ini;




Pada halaman tambah gadget tersebut setelah kita mengklik statistik blog maka akan muncul tampilan gambar seperti di bawah ini;


  

Akan ada beberapa pilihan yang harus kita tentukan seperti jangka waktu analisis statistik terhadap blog kita. Apakah kita ingin jangka waktu setiap saat, 30 hari terakhir, atau 7 hari terakhir? Pada halaman tersebut kita dapat memilih model widget seperti apa yang akan ditampilkan di blog kita. Statistik yang ditampilkan dari widget ini hanya berupa pageviews dalam blog kita, karena data selengkapnya akan ditampilkan pada halaman fitur statistik yang sudah dijelaskan di awal tadi. Jika kita merasa kurang puas karena minimnya data yang ditampilkan secara langsung di blog, ada baiknya jika kita mencoba layanan yang lain dari pihak ketiga. Setelah semua pengaturan selesai dilakukan, klik simpan untuk menyimpannya.


Yup, sudah selesai pembahasannya. Bagaimana? Sangat mudah bukan? Jika mudah, mari kita terapkan bersama demi kemajuan blog kita..! Ingat, statistik blog itu penting lho?


Selamat membaca pengunjung semuanya..

Salam blogger..!

Makalah Bahasa Indonesia

               Makalah Bahasa Indonesia




BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan Indonesia semakin hari kualitasnya makin rendah. Berdasarkan Survey United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), terhadap kualitas pendidikan di Negara-negara berkembang di Asia Pacific, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Sedangkan untuk kualitas para guru, kulitasnya berada pada level 14 dari 14 negara berkembang.
Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya. Kelemahan para pendidik kita, mereka tidak pernah menggali masalah dan potensi para siswa. Pendidikan seharusnya memperhatikan kebutuhan anak bukan malah memaksakan sesuatu yang membuat anak kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Proses pendidikan yang baik adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif. Itu harus dilakukan sebab pada dasarnya gaya berfikir anak tidak bisa diarahkan.
Selain kurang kreatifnya para pendidik dalam membimbing siswa, kurikulum yang sentralistik membuat potret pendidikan semakin buram. Kurikulum hanya didasarkan pada pengetahuan pemerintah tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat. Lebih parah lagi, pendidikan tidak mampu menghasilkan lulusan yang kreatif. Ini salahnya, kurikulum dibuat di Jakarta dan tidak memperhatikan kondisi di masyarakat bawah. Jadi, para lulusan hanya pintar cari kerja dan tidak pernah bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, padahal lapangan pekerjaan yang tersedia terbatas. Kualitas pendidikan Indonesia sangat memprihatinkan. Berdasarkan analisa dari badan pendidikan dunia (UNESCO), kualitas para guru Indonesia menempati peringkat terakhir dari 14 negara berkembang di Asia Pacifik. Posisi tersebut menempatkan negeri agraris ini dibawah Vietnam yang negaranya baru merdeka beberapa tahun lalu. Sedangkan untuk kemampuan membaca, Indonesia berada pada peringkat 39 dari 42 negara berkembang di dunia. Lemahnya input quality, kualitas guru kita ada diperingkat 14 dari 14 negara berkembang. Ini juga kesalahan negara yang tidak serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dari sinilah penulis mencoba untuk membahas lebih dalam mengenai pendidikan di Indonesia dan segala dinamikanya.
B. Rumusan Masalah
Dari uraian di atas dilihat begitu kompleksnya permasalahan dalam pendidikan yang ada di Indonesia. Oleh karena itu Penulis membatasi beberapa masalah dalam penulisan makalah dengan “Masalah-masalah mendasar pendidikan di Indonesia, Kualitas pendidikan di Indonesia, dan Solusi Pendidikan di Indonesia.
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan
1.      Tujuan
untuk mengetahui masalah-masalah apa saja yang terjadi pada pendidikan di Indoensia yang dillihat dari kualitas pendidikannya semakin hari semakin menurun.
2.      Manfaat
Dari penulisan ini diharapkan mendatangkan manfaat berupa penambahan pengetahuan serta wawasan penulis kepada pembaca tentang keadaan pendidikan sekarang ini sehingga kita dapat mencari solusinya secara bersama agar pendidikan di masa yang akan dapat meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas yang diberikan.
BAB III
PEMABAHASAN
A. Masalah Mendasar Pendidikan di Indonesia
Bagi orang-orang yang berkompeten terhadap bidang pendidikan akan menyadari bahwa dunia pendidikan kita sampai saat ini masih mengalami “sakit”. Dunia pendidikan yang “sakit” ini disebabkan karena pendidikan yang seharusnya membuat manusia menjadi manusia, tetapi dalam kenyataannya seringkali tidak begitu. Seringkali pendidikan tidak memanusiakan manusia. Kepribadian manusia cenderung direduksi oleh sistem pendidikan yang ada.
Masalah pertama adalah bahwa pendidikan, khususnya di Indonesia, menghasilkan “manusia robot”. Kami katakan demikian karena pendidikan yang diberikan ternyata berat sebelah, dengan kata lain tidak seimbang. Pendidikan ternyata mengorbankan keutuhan, kurang seimbang antara belajar yang berpikir (kognitif) dan perilaku belajar yang merasa (afektif). Jadi unsur integrasi cenderung semakin hilang, yang terjadi adalah disintegrasi. Padahal belajar tidak hanya berfikir. Sebab ketika orang sedang belajar, maka orang yang sedang belajar tersebut melakukan berbagai macam kegiatan, seperti mengamati, membandingkan, meragukan, menyukai, semangat dan sebagainya. Hal yang sering disinyalir ialah pendidikan seringkali dipraktekkan sebagai sederetan instruksi dari guru kepada murid. Apalagi dengan istilah yang sekarang sering digembar-gemborkan sebagai “pendidikan yang menciptakan manusia siap pakai. Dan “siap pakai” di sini berarti menghasilkan tenaga-tenaga yang dibutuhkan dalam pengembangan dan persaingan bidang industri dan teknologi. Memperhatikan secara kritis hal tersebut, akan nampak bahwa dalam hal ini manusia dipandang sama seperti bahan atau komponen pendukung industri. Itu berarti, lembaga pendidikan diharapkan mampu menjadi lembaga produksi sebagai penghasil bahan atau komponen dengan kualitas tertentu yang dituntut pasar. Kenyataan ini nampaknya justru disambut dengan antusias oleh banyak lembaga pendidikan.
Masalah kedua adalah sistem pendidikan yang top-down (dari atas ke bawah) atau kalau menggunakan istilah Paulo Freire (seorang tokoh pendidik dari Amerika Latin) adalah pendidikan gaya bank. Sistem pendidikan ini sangat tidak membebaskan karena para peserta didik (murid) dianggap manusia-manusia yang tidak tahu apa-apa. Guru sebagai pemberi mengarahkan kepada murid-murid untuk menghafal secara mekanis apa isi pelajaran yang diceritakan. Guru sebagai pengisi dan murid sebagai yang diisi. Otak murid dipandang sebagai safe deposit box, dimana pengetahuan dari guru ditransfer kedalam otak murid dan bila sewaktu-waktu diperlukan, pengetahuan tersebut tinggal diambil saja. Murid hanya menampung apa saja yang disampaikan guru.
Jadi hubungannya adalah guru sebagai subyek dan murid sebagai obyek. Model pendidikan ini tidak membebaskan karena sangat menindas para murid. Freire mengatakan bahwa dalam pendidikan gaya bank pengetahuan merupakan sebuah anugerah yang dihibahkan oleh mereka yang menganggap dirinya berpengetahuan kepada mereka yang dianggap tidak mempunyai pengetahuan apa-apa.
Yang ketiga, dari model pendidikan yang demikian maka manusia yang dihasilkan pendidikan ini hanya siap untuk memenuhi kebutuhan zaman dan bukannya bersikap kritis terhadap zamannya. Manusia sebagai objek (yang adalah wujud dari dehumanisasi) merupakan fenomena yang justru bertolak belakang dengan visi humanisasi, menyebabkan manusia tercerabut dari akar-akar budayanya (seperti di dunia Timur/Asia). Bukankah kita telah sama-sama melihat bagaimana kaum muda zaman ini begitu gandrung dengan hal-hal yang berbau Barat? Oleh karena itu strategi pendidikan di Indonesia harus terlebur dalam “strategi kebudayaan Asia”, sebab Asia kini telah berkembang sebagai salah satu kawasan penentu yang strategis dalam bidang ekonomi, sosial, budaya bahkan politik internasional. Bukan bermaksud anti-Barat kalau hal ini penulis kemukakan. Melainkan justru hendak mengajak kita semua untuk melihat kenyataan ini sebagai sebuah tantangan bagi dunia pendidikan kita. Mampukah kita menjadikan lembaga pendidikan sebagai sarana interaksi kultural untuk membentuk manusia yang sadar akan tradisi dan kebudayaan serta keberadaan masyarakatnya sekaligus juga mampu menerima dan menghargai keberadaan tradisi, budaya dan situasi masyarakat lain? Dalam hal ini, makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara menjadi sangat relevan untuk direnungkan.
B. Kualitas Pendidikan di Indonesia
Ada dua faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan, khususnya di Indonesia yaitu :
– Faktor internal, meliputi jajaran dunia pendidikan baik itu Departemen Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan daerah, dan juga sekolah yang berada di garis depan.Dalam hal ini,interfensi dari pihak-pihak yang terkait sangatlah dibutuhkan agar pendidikan senantiasa selalu terjaga dengan baik.
– Faktor eksternal, adalah masyarakat pada umumnya.Dimana,masyarakat merupakan ikon pendidikan dan merupakan tujuan dari adanya pendidikan yaitu sebagai objek dari pendidikan.



Banyak faktor-faktor yang menyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia semakin terpuruk. Faktor-faktor tersebut yaitu :
1. Rendahnya Kualitas Sarana Fisik
Untuk sarana fisik misalnya, banyak sekali sekolah dan perguruan btinggi kita yang gedungnya rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, tidak memiliki perpustakaan, tidak memiliki laboratorium dan sebagainya.
2. Rendahnya Kualitas Guru
Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat.
Kendati secara kuantitas jumlah guru di Indonesia cukup memadai, namun secara kualitas mutu guru di negara ini, pada umumnya masih rendah. Secara umum, para guru di Indonesia kurang bisa memerankan fungsinya dengan optimal, karena pemerintah masih kurang memperhatikan mereka, khususnya dalam upaya meningkatkan profesionalismenya. Secara kuantitatif, sebenarnya jumlah guru di Indonesia relatif tidak terlalu buruk. Apabila dilihat ratio guru dengan siswa, angka-angkanya cukup bagus yakni di SD 1:22, SLTP 1:16, dan SMU/SMK 1:12. Meskipun demikian, dalam hal distribusi guru ternyata banyak mengandung kelemahan yakni pada satu sisi ada daerah atau sekolah yang kelebihan jumlah guru, dan di sisi lain ada daerah atau sekolah yang kekurangan guru. Dalam banyak kasus, ada SD yang jumlah gurunya hanya tiga hingga empat orang, sehingga mereka harus mengajar kelas secara paralel dan simultan.
Bila diukur dari persyaratan akademis, baik menyangkut pendidikan minimal maupun kesesuaian bidang studi dengan pelajaran yang harus diberikan kepada anak didik, ternyata banyak guru yang tidak memenuhi kualitas mengajar (under quality).
Hal itu dapat dibuktikan dengan masih banyaknya guru yang belum sarjana, namun mengajar di SMU/SMK, serta banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka miliki. Keadaan seperti ini menimpa lebih dari separoh guru di Indonesia, baik di SD, SLTP dan SMU/SMK. Artinya lebih dari 50 persen guru SD, SLTP dan SMU/SMK di Indonesia sebenarnya tidak memenuhi kelayakan mengajar. Dengan kondisi dan situasi seperti itu, diharapkan pendidikan yang berlangsung di sekolah harus secara seimbang dapat mencerdaskan kehidupan anak dan harus menanamkan budi pekerti kepada anak didik. “Sangat kurang tepat bila sekolah hanya mengembangkan kecerdasan anak didik, namun mengabaikan penanaman budi pekerti kepada para siswanya.
Walaupun guru dan pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi, pengajaran merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi, sebagai cermin kualitas, tenaga pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. Kualitas guru dan pengajar yang rendah juga dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat kesejahteraan guru.

3. Rendahnya Kesejahteraan Guru
Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. Dengan pendapatan yang rendah, terang saja banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. Ada yang mengajar lagi di sekolah lain, memberi les pada sore hari, menjadi tukang ojek, pedagang mie rebus, pedagang buku/LKS, pedagang pulsa ponsel, dan sebagainya.
Dengan adanya UU Guru dan Dosen, barangkali kesejahteraan guru dan dosen (PNS) agak lumayan. Pasal 10 UU itu sudah memberikan jaminan kelayakan hidup. Di dalam pasal itu disebutkan guru dan dosen akan mendapat penghasilan yang pantas dan memadai, antara lain meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, tunjangan profesi, dan/atau tunjangan khusus serta penghasilan lain yang berkaitan dengan tugasnya. Mereka yang diangkat pemkot/pemkab bagi daerah khusus juga berhak atas rumah dinas.
Tapi, kesenjangan kesejahteraan guru swasta dan negeri menjadi masalah lain yang muncul. Di lingkungan pendidikan swasta, masalah kesejahteraan masih sulit mencapai taraf ideal. Diberitakan Pikiran Rakyat 9 Januari 2006, sebanyak 70 persen dari 403 PTS di Jawa Barat dan Banten tidak sanggup untuk menyesuaikan kesejahteraan dosen sesuai dengan amanat UU Guru dan Dosen.
4. Rendahnya Prestasi Siswa
Dengan keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik, kualitas guru, dan kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat rendah. Menurut Trends in Mathematic and Science Study (TIMSS) 2003 (2004), siswa Indonesia hanya berada di ranking ke-35 dari 44 negara dalam hal prestasi matematika dan di ranking ke-37 dari 44 negara dalam hal prestasi sains. Dalam hal ini prestasi siswa kita jauh di bawah siswa Malaysia dan Singapura sebagai negara tetangga yang terdekat.
Dalam hal prestasi, 15 September 2004 lalu United Nations for Development Programme (UNDP) juga telah mengumumkan hasil studi tentang kualitas manusia secara serentak di seluruh dunia melalui laporannya yang berjudul Human Development Report 2004. Di dalam laporan tahunan ini Indonesia hanya menduduki posisi ke-111 dari 177 negara. Apabila dibanding dengan negara-negara tetangga saja, posisi Indonesia berada jauh di bawahnya.
Dalam skala internasional, menurut Laporan Bank Dunia (Greaney,1992), studi IEA (Internasional Association for the Evaluation of Educational Achievement) di Asia Timur menunjukan bahwa keterampilan membaca siswa kelas IV SD berada pada peringkat terendah. Rata-rata skor tes membaca untuk siswa SD: 75,5 (Hongkong), 74,0 (Singapura), 65,1 (Thailand), 52,6 (Filipina), dan 51,7 (Indonesia).
Anak-anak Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal pilihan ganda.
Selain itu, hasil studi The Third International Mathematic and Science Study-Repeat-TIMSS-R, 1999 (IEA, 1999) memperlihatkan bahwa, diantara 38 negara peserta, prestasi siswa SLTP kelas 2 Indonesia berada pada urutan ke-32 untuk IPA, ke-34 untuk Matematika. Dalam dunia pendidikan tinggi menurut majalah Asia Week dari 77 universitas yang disurvai di asia pasifik ternyata 4 universitas terbaik di Indonesia hanya mampu menempati peringkat ke-61, ke-68, ke-73 dan ke-75.
5. Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Kesempatan memperoleh pendidikan masih terbatas pada tingkat Sekolah Dasar. Data Balitbang Departemen Pendidikan Nasional dan Direktorat Jenderal Binbaga Departemen Agama tahun 2000 menunjukan Angka Partisipasi Murni (APM) untuk anak usia SD pada tahun 1999 mencapai 94,4% (28,3 juta siswa). Pencapaian APM ini termasuk kategori tinggi. Angka Partisipasi Murni Pendidikan di SLTP masih rendah yaitu 54, 8% (9,4 juta siswa). Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas. Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut.
6. Rendahnya Relevansi Pendidikan dengan Kebutuhan
Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya lulusan yang menganggur. Data BAPPENAS (1996) yang dikumpulkan sejak tahun 1990 menunjukan angka pengangguran terbuka yang dihadapi oleh lulusan SMU sebesar 25,47%, Diploma/S0 sebesar 27,5% dan PT sebesar 36,6%, sedangkan pada periode yang sama pertumbuhan kesempatan kerja cukup tinggi untuk masing-masing tingkat pendidikan yaitu 13,4%, 14,21%, dan 15,07%. Menurut data Balitbang Depdiknas 1999, setiap tahunnya sekitar 3 juta anak putus sekolah dan tidak memiliki keterampilan hidup sehingga menimbulkan masalah ketenagakerjaan tersendiri. Adanya ketidakserasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja ini disebabkan kurikulum yang materinya kurang funsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja.
7. Mahalnya Biaya Pendidikan
Pendidikan bermutu itu mahal. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Orang miskin tidak boleh sekolah.
Untuk masuk TK dan SDN saja saat ini dibutuhkan biaya Rp 500.000, sampai Rp 1.000.000. Bahkan ada yang memungut di atas Rp 1 juta. Masuk SLTP/SLTA bisa mencapai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta.
Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Karena itu, Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha.
Asumsinya, pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas. Hasilnya, setelah Komite Sekolah terbentuk, segala pungutan uang selalu berkedok, “sesuai keputusan Komite Sekolah”. Namun, pada tingkat implementasinya, ia tidak transparan, karena yang dipilih menjadi pengurus dan anggota Komite Sekolah adalah orang-orang dekat dengan Kepala Sekolah. Akibatnya, Komite Sekolah hanya menjadi legitimator kebijakan Kepala Sekolah, dan MBS pun hanya menjadi legitimasi dari pelepasan tanggung jawab negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya.
Kondisi ini akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP). Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat besar. Dengan perubahan status itu Pemerintah secara mudah dapat melemparkan tanggung jawabnya atas pendidikan warganya kepada pemilik badan hukum yang sosoknya tidak jelas. Perguruan Tinggi Negeri pun berubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Munculnya BHMN dan MBS adalah beberapa contoh kebijakan pendidikan yang kontroversial. BHMN sendiri berdampak pada melambungnya biaya pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi favorit.
Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pelayanan publik tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35-40 persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor pendorong privatisasi pendidikan. Akibatnya, sektor yang menyerap pendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban. Dana pendidikan terpotong hingga tinggal 8 persen (Kompas, 10/5/2005).
Dari APBN 2005 hanya 5,82% yang dialokasikan untuk pendidikan. Bandingkan dengan dana untuk membayar hutang yang menguras 25% belanja dalam APBN (www.kau.or.id). Rencana Pemerintah memprivatisasi pendidikan dilegitimasi melalui sejumlah peraturan, seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, RUU Badan Hukum Pendidikan, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pendidikan Dasar dan Menengah, dan RPP tentang Wajib Belajar. Penguatan pada privatisasi pendidikan itu, misalnya, terlihat dalam Pasal 53 (1) UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dalam pasal itu disebutkan, penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan.
Seperti halnya perusahaan, sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam operasional pendidikan. Koordinator LSM Education Network for Justice (ENJ), Yanti Mukhtar (Republika, 10/5/2005) menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Dengan begitu, nantinya sekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu. Akibatnya, akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial, antara yang kaya dan miskin.
Hal senada dituturkan pengamat ekonomi Revrisond Bawsir. Menurut dia, privatisasi pendidikan merupakan agenda Kapitalisme global yang telah dirancang sejak lama oleh negara-negara donor lewat Bank Dunia. Melalui Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP), Pemerintah berencana memprivatisasi pendidikan. Semua satuan pendidikan kelak akan menjadi badan hukum pendidikan (BHP) yang wajib mencari sumber dananya sendiri. Hal ini berlaku untuk seluruh sekolah negeri, dari SD hingga perguruan tinggi.
Bagi masyarakat tertentu, beberapa PTN yang sekarang berubah status menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) itu menjadi momok. Jika alasannya bahwa pendidikan bermutu itu harus mahal, maka argumen ini hanya berlaku di Indonesia. Di Jerman, Prancis, Belanda, dan di beberapa negara berkembang lainnya, banyak perguruan tinggi yang bermutu namun biaya pendidikannya rendah. Bahkan beberapa negara ada yang menggratiskan biaya pendidikan.
Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, atau tepatnya, tidak harus murah atau gratis. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Akan tetapi, kenyataannya Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk cuci tangan.

C. Solusi Pendidikan di Indonesia
Untuk mengatasi masalah-masalah, seperti rendahnya kualitas sarana fisik, rendahnya kualitas guru, dan lain-lain seperti yang telah dijelaskan diatas, secara garis besar ada dua solusi yaitu:
– Solusi sistemik, yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Seperti diketahui sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, diterapkan dalam konteks sistem ekonomi kapitalisme (mazhab neoliberalisme), yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik, termasuk pendanaan pendidikan.
– Solusi teknis, yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung dengan pendidikan. Solusi ini misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa.
Solusi untuk masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Rendahnya kualitas guru, misalnya, di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan, juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi siswa, misalnya, diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran, meningkatkan alat-alat peraga dan sarana-sarana pendidikan, dan sebagainya.
Maka dengan adanya solusi-solusi tersebut diharapkan pendidikan di Indonesia dapat bangkit dari keterpurukannya, sehingga dapat menciptakan generasi-generasi baru yang berSDM tinggi, berkepribadian pancasila dan bermartabat.









BAB IV
PENUTUP
A. Simpulan
Banyak sekali factor yang menjadikan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Factor-faktor yang bersifat teknis diantaranya adalah rendahnya kualitas guru, rendahnya sarana fisik, mahalnya biaya pendidikan, rendahnya prestasi siswa, rendahnya kesejahteraan guru, rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan, kurangnya pemerataan kesempatan pendidikan. Namun sebenarnya yang menjadi masalah mendasar dari pendidikan di Indonesia adalah sistem pendidikan di Indonesia itu sendiri yang menjadikan siswa sebagai objek, sehingga manusia yang dihasilkan dari sistem ini adalah manusia yang hanya siap untuk memenuhi kebutuhan zaman dan bukannya bersikap kritis terhadap zamannya. Maka disinilah dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan mesyarakat untuk mengatasi segala permasalahan pendidikan di Indonesia.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      
DAFTAR PUSTAKA


- Copyright © Akbar Danu Bekti - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -