Archive for 2015
TEMPAT WISATA PULAU BALI
TEMPAT WISATA PULAU BALI
1. TANAH LOT
Tanah lot terletak di Kabupaten Tabanan. Tanah Lot merupakan salah satu alternatif untuk
melihat matahari tenggelam/sunset selain di Pantai Kuta. Waktu terbaik
berkunjung sebaiknya pada pukul 17.00 WITA. Tempat ini merupakan obyek wisata
pantai yang mempunyai pura di tengah laut, terdapat ular suci yang menjaga
tempat tersebut dan air suci yang berada di pura Tanah Lot.
Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar.
Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip
dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang
Kahyangan. Pura Tanah Lot Nampak seperti pura yang terapung apabila gelombang
pasang, tetapi bila gelombang surut maka orang dapat berjalan menuju pura itu.
Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Ular
suci penjaga yang berada disekitar gua pura Tanah Lot tersebut sampai sekarang masih ada. Secara
ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih
seperti ikan, warna hitam berbelang kuning.
2. JOGER
|
|
Pulau Bali memang penuh dengan segala keunikan karya
seni yang dihasilkan oleh para seniman dari propinsi ini sendiri. Tak hanya
tentang alam dan budaya namun dari Joger muncul rangkaian kata yang lucu,
sederhana dan terkadang menyentil menjadi satu inspirasi yang akhirnya tertuang
dalam bentuk pakaian, sandal, sepatu, asbak, gantungan kunci dan masih ada yang
lainnya. Joger adalah sebuah toko yang terletak di Jalan Raya Kuta, dimana saat
ini keberadaannya telah menjadi primadona bagi wisatawan yang berkunjung ke
Bali sebagai tempat untuk memburu oleh-oleh ciri khas Bali saat mereka kembali
ke tempat asalnya.
Joger berdiri tanggal 19 Januari 1981, dimana sejak
saat itu nama Joger menjadi satu hak cipta yang secara tegas membatasi
pembelian produk, melarang penjualan semua produk bermerek dagang dan bertanda
tangan Joger untuk diperjualbelikan di luar gerai Joger itu. Gerai Joger berjarak kurang lebih 11 km dari Kota
Denpasar Bali sehingga hanya dalam waktu sekitar 20 menit perjalanan saja maka
anda akan tiba disini dan langsung bisa berbelanja aneka produk Joger.
Mr Joger adalah panggilan akrab bagi Joseph Theodorus
Wulianadi pendiri Joger itu sendiri yang mana nama Joger itu sendiri merupakan
penggabungan antara 2 huruf nama depan antara JOseph Theodorus Wulianadi dengan
3 huruf nama depan temannya yang memberi hadiah pernikahan padanya sebesar US
20.000 yaitu Mr. GERhard Seeger. Nama Joger pun akhirnya memang mudah diingat dan unik
ditambah dengan Salam Khas mereka yang selalu Selamat Pagi walau hari telah
petang sekalipun.
Adapun produk-produk bermerk Joger ini merupakan salah
satu terobosan unik di dunia usaha yang berhasil mengangkat kata-kata
menjadi suatu brand pabrik kata-kata yang identik dengan pulau Bali.
Dengan kualitas produk yang sangat bagus maka amatlah tidak lengkap jika
wisatawan tidak datang ke Joger jika berlibur kesini. Hampir setiap hari tempat
ini dipenuhi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara terutama ketika musim
liburan tiba.
Pada saat ini, Joger memiliki sekitar 150 orang
pegawai yang siap melayani pengunjung lengkap dengan senyum dan keramahan
mereka. Selain itu, Joger pun mempekerjakan banyak orang cacat sehingga mereka
mampu berkarya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Pendirian yang teguh untuk selalu mempertahankan
keaslian merk Joger di pulau Bali memang terbukti, hal ini terlihat
dari kenyataan bahwa semua produk yang dihasilkan Joger tidak bisa dibeli
di luar pulau Bali, sehingga apabila seseorang memakai Joger berarti
pernah berlibur ke Bali.
Penggunaan bahan yang berkualitas membuat semua produk
yang dihasilkan Joger tidak kalah dengan barang luar negeri bermerk Billabong
atau Quick Silver, namun harga tetap terjangkau untuk orang Indonesia.
Saat ini fasilitas yang tersedia di kawasan Joger
adalah banyaknya tempat kuliner, art shop, toilet serta area parkir yang cukup
memadai bagi pengunjung yang datang,
Banyak kesan indah yang pasti akan anda terima jika
mengunjungi Pulau Bali ini. Bukan hanya keindahan alam serta atraksi budaya
saja, namun aneka buah tangan yang akan diperuntukkan bagi kerabat serta orang
terdekat pun tak kalah menariknya.
3. BEDUGUL DAN DANAU
BERATAN
Bedugul merupakan salah satu tempat atau obyek wisata
Bali yang menawarkan keindahan pegunungan dan danau. Tempatnya yang tinggi
membuat daerah ini selalu diselimuti kabut dan berhawa dingin. Daerah Bedugul
terletak kabupaten Tabanan dan berjarak ± 70 km atau 2,5 jam dari Bandara
Internasional Ngurah Rai. Obyek wisata Danau Beratan merupakan salah satu obyek
wisata di Bedugul yang sayang untuk dilewatkan. Cuaca yang sejuk di siang hari
membuat pengunjung merasa nyaman untuk menikmati pemandangan sekeliling Danau
Beratan. Untuk memandangi sekeliling danau, pengunjung bisa menyewa kapal boat.
Berdasarkan letaknya, Danau Beratan terletak dikawasan
Bedugul, Desa Candi Kuning, Kabupaten Tabanan, Bali. Berada di jalur provinsi
yang menghubungkan Denpasar, Singaraja serta letaknya yang dekat dengan Kebun
Raya Eka Raya menjadikan tempat ini menjadi andalan wisata pulau Bali.
Disamping mudah dijangkau Danau Beratan juga menyediakan pesona dan akomodasi
yang memadai. Ditengah danau terdapat sebuah Pura yaitu Pura Ulun Danu yang
merupakan tempat pemujaan kepada Sang Hyang Dewi Danau sebagai Dewi Kesuburan.
Gambar pura ini juga terdapat pada gambar uang kertas lima puluh ribu.
|
4. PANTAI SANUR
|
Pantai Sanur merupakan salah satu pantai terkenal di
Bali sejak dulu kala. Pantai ini merupakan pantai yang indah dengan
pasir putih dan pemandangan yang elok. Letaknya berada 6 km dari sebelah timur Denpasar.Didekat pantai Sanur terdapat sebuah hotel yang pertama kali di Bali dan
tingginya lebih dari pohon kelapa, hotel tersebut adalah hotel Beach Bali.
Pantai ini terkenal dengan pasirnya yang putih bersih
dan sangat lembut. Disamping itu, Pantai Sanur merupakan pantai yang banyak
terdapat batu karang. Kawasan Sanur merupakan alternatif bagi wisatawan yang
ingin menghindari keramaian di pantai-pantai sibuk lainnya seperti Kuta atau
Nusa Dua.
Di pantai ini ketenangan dan kenyamanan adalah
prioritas utama. Bagi yang suka menikmati matahari terbit (sunrise) maka pantai
Sanur adalah tempat yang sangat tepat. Pantai Sanur yang akan terlihat sangat
indah ketika sore menjelang, karena keadaan air laut surut dan juga gelombang
yang beriak kecil. Dari Sanur pula terlihat gugusan Pulau Serangan dan bukit
batu karang yang menjorok ke laut di sebelah selatang semakin menasbihkan bahwa
Sanur sangat eksotis.
Suasana di sepanjang pantai Sanur terang dan teduh
karena penuh dengan pohon besar. Pantai Sanur baik untuk menikmati matahari dan
cocok untuk berjemur di sepanjang pantai yang berpasir putih ini.
5. TANJUNG BENOA
|
|
Tanjung Benoa berada di ujung tenggara pulau Bali dan
bertetanggaan dengan kawasan Nusa Dua. Tanjung Benoa dikenal sebagai pusat wisata air mulai dari parasailing,
banana boat, Jet Ski, Rolling Donut, Flying Fish, Snorkeling, Scuba Diving,
Glass Bottom Boat dan berkunjung ke Turtle Island (pulau penyu) dengan
menggunakan perahu.
Harga yang dikenakan pada
pengunjung untuk menikmati berbagai sarana olahraga atau permainan air tersebut
berkisar antara 150 ribu hingga 200 ribu. Dengan harga tersebut pengunjung bisa
menikmati olahraga air selama 10-15 menit.
Kegiatan permainan air biasanya dimulai pada pagi hari
sekitar jam 8 sampai dengan jam 12, karena setelah itu air akan surut dan anda
tidak bisa menikmati permainan-permainan air lagi karena boatnya tidak bisa
digunakan. Dengan instruktur-instruktur yang handal, anda akan diberikan
jaminan keselamatan dan kenyamanan saat menikmati permainan air di sini.
Uniknya dari tempat ini adalah
olahraga surfing atau selancar yang banyak di jumpai di pantai-pantai pulau
Bali justru tidak ada di sini, hal ini dikarenakan ombak yang ada di tempat ini
cenderung tenang, sehingga kurang cocok untuk olahraga surfing. Di
sini juga tidak ada transportasi umum yang hilir mudik, sehingga umumnya pengunjung
menggunakan bus pariwisata, kendaraan sewa maupun pribadi.
6. GARUDA WISNU KENCANA
Garuda Wisnu Kencana adalah sebuah taman wisata dibagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak di Tanjung Nusa Dua kabupaten Badung, kira-kira 40 km disebelah selatan Denpasar. Area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana berada di ketinggian 146 meter diatas permukaan tanah atau 263 meter diatas permukaan air laut. Di area ini sedang di rencanakan di dirikan Patung Raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi Garuda setinggi 12 meter. Tapi sampai saat ini pembuatannya masih belum selesai. Patung Dewa Wisnu ini masih terpisah bagian tubuhnya, patung Garuda-nya pun masih terpisah juga dengan patung Dewa Wisnu ini dan di rencanakan akan di gabung menjadi satu
Patung ini merupakan karya
pematung terkenal Bali, I Nyoman Nuarta. Monumen ini dikembangkan sebagai taman
budaya dan menjadi ikon bagi pariwisata Bali dan Indonesia.
Patung ini diproyeksikan untuk mengikat tata ruang dengan jarak pandang sampai
20 km sehingga dapat dilihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua, hingga Tanah Lot. Patung
Garuda Wisnu Kencana ini merupakan symbol dari misi penyelamatan lingkungan dan
dunia. Jika pembangunannya selesai, patung ini akan menjadi patung terbesar
didunia dan mengalahkan patung Liberty.
7. PANTAI KUTA
Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach).
Waktu paling ramai dikawasan
pantai Kuta adalah disore hari atau waktu matahari terbenam (sunset). Semua
turis mancanegara maupun lokal berkumpul menjadi satu di sini. Jika ada
momen-momen khusus didalam negeri seperti liburan sekolah, libur lebaran Idul
Fitri atau libur tahun baru, bisa dipastikan tempat ini sangat ramai.
Di pantai Kuta pengunjung bisa
melakukan selancar atau surfing, bermain sepak bola, bermain layang-layang,
sekedar rebahan dipasir pantainya yang hangat, atau cuci mata menyaksikan para
bule berjemur. Jasa pembuatan tato temporer (sementara) bisa didapat di pantai
ini.
Kuta Beach Hotel adalah hotel
pertama yang berdiri dikawasan ini, namun harus ditutup karena tentara Jepang
menyerang Bali pada waktu itu. Biasanya hotel-hotel dikawasan ini bertaraf
Internasional. Berawal dari ujung pantai Kuta terdapat Inna Kuta Beach Hotel,
Hard Rock Hotel, Mercury Hotel, dll. Juga berdiri sebuah penginapan yang sangat
nyaman bergaya butik resort yaitu Alam Kul-kul Boutique and Resort.
pemburu koin
Pemburu Koin di Pelabuhan Gilimanuk ---
Demi Rp 5 Ribu, Tinggalkan Bangku Sekolah
Masyarakat pengguna jasa penyeberangan di Selat Bali
(Pelabuhan Gilimanuk maupun Pelabuhan Ketapang) pastitidak asing lagi melihat kumpulan anak-anak dan remajatanggung yang terapung di perairan. Mereka denganlincahnya meliuk-liukkan badan di pinggiran kapal-kapalpenyeberangan. Tujuannya hanya satu. Memburu uang koinyang dilemparkan penumpang kapal. Bagaimana sebenarnyakehidupan mereka?
KAPAL-KAPAL penyeberangan yang nyandar di pelabuhan menjadi tumpuanharapan mereka. Begitu koin dilemparkan dengan sigap mereka menyelam.Sejenak, tubuh mereka hilang ditelan air laut yang membiru. Tak lamakemudian, mereka muncul lagi dengan mengepalkan tangan dan menunjukkanuang yang berhasil didapat. Uang logam Rp 100, Rp 500 dan Rp 1.000 inilahyang dikumpulkan dari satu kapal ke kapal lain.
Satu hari paling sedikit mendapat Rp 5 ribu, tutur Fendi, bocah Ketapang yangsudah biasa melakoni rutinitas itu. Di saat teman-teman sebayanya duduk dibangku sekolah, dia harus bekerja untuk bisa membeli makanan. Fendi mengakukelas VI
SD, namun dia meninggalkan sekolah agar bisa menyambung hidup.Kalau uang yang didapat lebih dari Rp 5 ribu, uang itu juga dibelikan beras.
Hal senada juga diungkapkan pemburu yang usianya menginjak remaja. Kadang-kadang bisa mendapat Rp 30 ribu. ''Uangnya buat beli makan bos. Kalau adalebih saya tabung,'' ujar remaja yang selalu menyebut lawan bicaranya denganbos. Menyelam dan memburu uang ini sudah mereka lakukan sejak kecil.Tempat tinggal mereka yang dekat dengan pelabuhan membuat ladangpencarian rezeki mereka tidak jauh dari pelabuhan.
Tak sedikit pun terbersit ketakutan di wajah mereka. Menyelam bahkan terjundari kapal sudah biasa mereka lakoni. Demi recehan mereka berani melakukanaktivitasnya itu.
Selain mencari koin, mereka juga seringkali unjuk kebolehan seperti layaknyaatlet loncat indah atau seperti turis bule yang sedang bungee
jumping.Tujuannya jelas, dapat upah dari penumpang kapal. Upahnya lumayan. Bisa Rp1.000 atau lebih. Upah ini mereka dapat setelah naik lagi ke kapal. Jarak antaraatap kapal hingga ke air sekitar 7
meter dan mereka melakukan itu tanpapengamanan apa pun. Hanya pakaian biasa. Kaca pelindung pun tidak semuanyapunya.
Salah seorang penumpang kapal bernama Gus Mang mengatakan senang denganatraksi yang ditunjukkan para penerjun. ''Saya sebenarnya kasihan dengan anak-anak itu. Mereka kan seharusnya sekolah, tapi sekarang harus mencari uanguntuk bisa makan,'' ujar pria yang mengaku sudah mengeluarkan dua lembaruang Rp 1.000 dan dua uang logam Rp 500 untuk menyaksikan atraksi anak-anakitu.
Ketika mesin kapal mulai hidup dan bergerak perlahan meninggalkan PelabuhanGilimanuk, mereka pun mulai menjauhi kapal. Sasaran berikutnya adalah kapalyang
lain.
Kalau tidak mood menyelam, mereka memilih duduk-duduk di dermaga. Namunbegitu, melihat rekannya mulai nyebur, mereka pun tergoda. Koin demi koinmereka kumpulkan untuk menyambung hidup. (wah)
Pemburu Koin di Pelabuhan
Gilimanuk Panen Rejeki
·
Padatnya arus penyebrangan di Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang,
Banyuwangi, saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa berkah bagi
belasan tukang selam pemburu koin yang mangkal di pelabuhan Gilimanuk. Mereka
mengaku penghasilannya meningkat dari hari-hari biasanya.
Pantuan di lapangan, Minggu (4/1), tukang selam koin yang rata- rata berumur belasan tahun sejak pagi sudah mangkal di 3 dermaga kapal penumpang.
Mereka rela berendam berlama-lama di laut sambil berterik- teriak agar penumpang kapal berbaik hati melempar uang receh pecahan 100, 500 dan 1000.
Untuk mendapat hasil maksimal, mereka rela mempertontonkan aksi berbahaya dengan melompat dari atas kapal sambil jungkir balik demi untuk memikat penumpang kapal agar bersedia melemparkan uang receh kepadanya.
Begitu uang receh itu dilempar oleh penumpang kapal, tukang selam koin ini langsung berebutan menyelam tanpa alat bantu pernafasan. Begitu uag receh tersebut berhasil ditangkap, mereka menunjukkannya kepada penumpang kapal lalu menyimpannya di mulut mereka.
"Saat penumpang ramai seperti ini, penghasilan kami lumayan bertambah," ujar Ahmad, salah sorang penyelam koin.
Menurutnya, dalam sehari masing-masing tukang selam koin ini bisa mendapatkan uang antara Rp. 15 ribu hingga Rp. 20 ribu.
"Kalau hari-hari biasa paling-paling lima ribu sampai sepuluh ribu saja," ujarnya. (dey)
Pantuan di lapangan, Minggu (4/1), tukang selam koin yang rata- rata berumur belasan tahun sejak pagi sudah mangkal di 3 dermaga kapal penumpang.
Mereka rela berendam berlama-lama di laut sambil berterik- teriak agar penumpang kapal berbaik hati melempar uang receh pecahan 100, 500 dan 1000.
Untuk mendapat hasil maksimal, mereka rela mempertontonkan aksi berbahaya dengan melompat dari atas kapal sambil jungkir balik demi untuk memikat penumpang kapal agar bersedia melemparkan uang receh kepadanya.
Begitu uang receh itu dilempar oleh penumpang kapal, tukang selam koin ini langsung berebutan menyelam tanpa alat bantu pernafasan. Begitu uag receh tersebut berhasil ditangkap, mereka menunjukkannya kepada penumpang kapal lalu menyimpannya di mulut mereka.
"Saat penumpang ramai seperti ini, penghasilan kami lumayan bertambah," ujar Ahmad, salah sorang penyelam koin.
Menurutnya, dalam sehari masing-masing tukang selam koin ini bisa mendapatkan uang antara Rp. 15 ribu hingga Rp. 20 ribu.
"Kalau hari-hari biasa paling-paling lima ribu sampai sepuluh ribu saja," ujarnya. (dey)
Statistik blogger
Fitur Statistik Di Blogger
Hai kawan blogger semuanya..
Apa kabar nih hari ini? Baik-baik bukan?
Yup, di hari Jum’at yang indah ini akan dibahas mengenai fitur statistik yang ada di blog berbasis blogspot. Apa menariknya dari fitur ini? Yup, ini merupakan fitur terbaru yang belum lama ini diluncurkan oleh blogger. Dengan fitur ini akan lebih memudahkan kita dalam menganalisis blog tanpa harus menggunakan bantuan widget pihak ketiga.
Yup, langsung saja yuk kita ke pembahasannya..
Mengapa statistik terhadap blog itu menjadi penting?
Yup, seperti yang kita ketahui jika bagi kebanyakan blogger tujuan mereka untuk membuat blog dan melakukan aktifitas blogging adalah untuk menjaring pengunjung sebanyak-banyaknya guna menginformasikan postingan apa saja yang ada di dalam blog mereka. Manfaatnya sudah jelas bukan? Jika blog mereka laris dikunjungi, bukan tidak mungkin hal tersebut akan membuka peluang yang luas untuk memonetize blog mereka sebagai sumber penghasilan seperti pemasangan iklan misalnya.
Jika kita yang berada dalam posisi tersebut, tentu akan sangat membutuhkan statistik yang lengkap terhadap blog kita guna melakukan analisis lebih lanjut untuk melakukan penelitian dan pengembangan. Apakah blog kita itu pada nyatanya sudah banyak pengunjungnya? Darimana saja datangnya pengunjung blog kita? Dengan cara apa saja pengunjung itu datang ke blog kita? Nah, semua itu akan terjawab dengan mudah melalui statistik yang lengkap dan akurat terhadap blog kita. Jika hal tersebut dapat kita peroleh, tentunya ini akan sangat bermanfaat sekali untuk penelitian dan pengembangan terhadap blog kita agar ke depannya kita dapat semakin mudah dalam usaha memajukan blog kita punya. Blogger.com sebagai salah satu platform blog sendiri sudah menyediakan fitur itu guna kemudahan penggunanya dalam menganalisis perkembangan blog setiap waktu.
Apa saja kelebihan dari fitur statistik blogger ini?
Meski fitur ini hanya dapat digunakan untuk blog yang berbasis blogspot saja, tetapi setidaknya ada beberapa fitur unggulan yang dapat kita peroleh dari penggunaannya, seperti;
Penggunaannya mudah karena ditampilkan dalam format yang lebih simpel dan sederhana. Sehingga bagi pengguna awam pun akan dapat dengan mudah untuk menganalisis data apa saja yang diterima blognya.
Perhitungan statistik untuk blog kita akan diukur secara berkala setiap saat. Bahkan kita pun dapat melihat statistik yang terjadi pada blog kita saat kita melihat fitur statistik tersebut.
Adanya beberapa bagian penting yang disajikan dalam fitur ini seperti overview, posts, traffic sources, dan audience.
Bagian penting yang tersaji dalam fitur tersebut dapat dijelaskan masing-masing sebagai berikut;
Overview
Halaman overview akan ditampilkan seperti ilustrasi gambar di bawah ini;
Pada halaman overview ini akan ditampilkan ringkasan secara keseluruhan tentang apa saja yang terjadi terhadap blog kita. Baik itu overview, posts, traffic sources, dan audience. Dengan hanya melihat halaman ini saja sebenarnya kita sudah dapat menyimpulkan tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam blog kita. Apakah blog kita mengalami kenaikan pengunjung atau justru mengalami penurunan.
Pada halaman ini dapat kita pilih tampilan statistiknya sesuai waktu yang kita inginkan, antara lain pada waktu sekarang saat kita membuka halaman statistik tersebut, hari ini, minggu ini, bulan ini, dan waktu secara keseluruhan. Statistiknya akan terlihat pageviews seerti yang terlihat di grafik. Akan ditampilkan statistik jumlah pageviews pada waktu tertentu.
Posts
Halaman ini akan menganalisis masalah postingan dalam blog kita yang akan tampil seperti gambar di bawah ini;
Pada halaman ini akan diurai menjadi dua bagian yaitu untuk posts dan pages.
- Posts. Untuk posts akan ditampilkan postingan apa yang dilihat oleh pengunjung dan berapa jumlah penayangannya berdasarkan waktu yang kita pilih.
- Pages. Sementara pages digunakan untuk menampilkan pages apa yang juga dilihat oleh para pengunjung blog kita dan berapa kali jumlah penayangannya berdasarkan waktu yang telah kita pilih. Akan tetapi, jika kita tidak menampilkan atau membuat pages dalam blog kita maka statistik untuk pages tersebut tidak akan muncul.
Traffic sources
Halaman untuk traffic sources akan terlihat seperti gambar di bawah ini;
Dalam halaman traffic sources ini akan diberikan tiga kategori ulasan untuk statistik dalam blog kita, antara lain reffering url, reffering sites, dan search keywords.
Reffering url. Untuk reffering url ini akan diperlihatkan dari url mana saja sumber pengunjung yang datang ke blog kita.
Reffering sites. Pada reffering sites akan diperlihatkan juga dari situs mana saja pengunjung blog kita itu berasal.
Search keywords. Untuk search keywords ini adalah kata kunci seperti apa yang digunakan oleh pengunjung yang datang untuk menemukan blog kita.
Audiences
Pada halaman audiences akan dibahas mengenai siapa saja yang mengunjungi blog kita seperti yang tergambar dalam ilustrasi di bawah ini;
Pageviews by country. Ini akan memperlihatkan dari negara mana saja pengunjung yang datang ke blog kita. Pada halaman ini akan ditampilkan ilustrasi gambar beserta keterangan negara dan jumlah pengunjungnya dari negara tersebut.
Pageviews by browsers. Merupakan analisis tentang browser apa saja yang digunakan oleh pengunjung saat mendatangi blog kita. Apa manfaatnya? Analisis ini dapat menyimpulkan dari browser mana saja blog kita ini dikunjungi, sehingga dengan begitu setidaknya kita akan tahu jika blog kita tersebut mendapatkan tampilan halaman yang terbaik dari browser jenis apa.
Pageviews by operating systems. Ini akan menganalisis operating system apa saja yang digunakan oleh pengunjung blog kita dalam komputer dan laptop mereka.
Bagaimana? Sudah jelaskah sampai di sini? Jika belum, silakan dibaca kembali dari awal atau bisa untuk menanyakan perihal yang kurang jelas pada komentar di bawah.
Apakah ada widget statistik yang dapat dipasang diblog kita?
Tentu saja ada widget yang dapat dipasang diblog kita. Mulai dari asli bawaan blogger maupun buatan pihak ketiga. Untuk bahasan kali ini kita akan mengulas tentang widget statistik bawaan dari blogger. Cara untuk menampilkannya adalah setelah kita log in dan memilih rancangan, kemudian klik tambah gadget dan pilih statistik blog seperti yang tampil pada gambar di bawah ini;
Pada halaman tambah gadget tersebut setelah kita mengklik statistik blog maka akan muncul tampilan gambar seperti di bawah ini;
Akan ada beberapa pilihan yang harus kita tentukan seperti jangka waktu analisis statistik terhadap blog kita. Apakah kita ingin jangka waktu setiap saat, 30 hari terakhir, atau 7 hari terakhir? Pada halaman tersebut kita dapat memilih model widget seperti apa yang akan ditampilkan di blog kita. Statistik yang ditampilkan dari widget ini hanya berupa pageviews dalam blog kita, karena data selengkapnya akan ditampilkan pada halaman fitur statistik yang sudah dijelaskan di awal tadi. Jika kita merasa kurang puas karena minimnya data yang ditampilkan secara langsung di blog, ada baiknya jika kita mencoba layanan yang lain dari pihak ketiga. Setelah semua pengaturan selesai dilakukan, klik simpan untuk menyimpannya.
Yup, sudah selesai pembahasannya. Bagaimana? Sangat mudah bukan? Jika mudah, mari kita terapkan bersama demi kemajuan blog kita..! Ingat, statistik blog itu penting lho?
Selamat membaca pengunjung semuanya..
Salam blogger..!
Makalah Bahasa Indonesia
Makalah Bahasa Indonesia
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Pendidikan Indonesia semakin hari kualitasnya makin rendah.
Berdasarkan Survey United Nations Educational, Scientific and Cultural
Organization (UNESCO), terhadap kualitas pendidikan
di Negara-negara berkembang di Asia Pacific, Indonesia menempati peringkat 10
dari 14 negara. Sedangkan untuk kualitas para guru, kulitasnya berada pada
level 14 dari 14 negara berkembang.
Salah satu
faktor rendahnya kualitas pendidikan di
Indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Para
pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan
kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya. Kelemahan para pendidik
kita, mereka tidak pernah menggali masalah dan potensi para siswa. Pendidikan seharusnya memperhatikan kebutuhan anak
bukan malah memaksakan sesuatu yang membuat anak kurang nyaman dalam menuntut
ilmu. Proses pendidikan yang baik adalah
dengan memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif. Itu harus dilakukan sebab
pada dasarnya gaya berfikir anak tidak bisa diarahkan.
Selain
kurang kreatifnya para pendidik dalam membimbing siswa, kurikulum yang
sentralistik membuat potret pendidikan semakin
buram. Kurikulum hanya didasarkan pada pengetahuan pemerintah tanpa
memperhatikan kebutuhan masyarakat. Lebih parah lagi, pendidikan
tidak mampu menghasilkan lulusan yang kreatif. Ini salahnya, kurikulum dibuat
di Jakarta dan tidak memperhatikan kondisi di masyarakat bawah. Jadi, para
lulusan hanya pintar cari kerja dan tidak pernah bisa menciptakan lapangan
kerja sendiri, padahal lapangan pekerjaan yang tersedia terbatas. Kualitas pendidikan Indonesia sangat memprihatinkan.
Berdasarkan analisa dari badan pendidikan
dunia (UNESCO), kualitas para guru Indonesia menempati peringkat terakhir dari
14 negara berkembang di Asia Pacifik. Posisi tersebut menempatkan negeri
agraris ini dibawah Vietnam yang negaranya baru merdeka beberapa tahun lalu.
Sedangkan untuk kemampuan membaca, Indonesia berada pada peringkat 39 dari 42
negara berkembang di dunia. Lemahnya input quality, kualitas guru kita ada
diperingkat 14 dari 14 negara berkembang. Ini juga kesalahan negara yang tidak
serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Dari sinilah penulis mencoba untuk membahas lebih dalam mengenai pendidikan di Indonesia dan segala dinamikanya.
B. Rumusan
Masalah
Dari uraian
di atas dilihat begitu kompleksnya permasalahan dalam pendidikan yang ada di
Indonesia. Oleh karena itu Penulis membatasi beberapa masalah dalam penulisan
makalah dengan “Masalah-masalah mendasar pendidikan di Indonesia, Kualitas
pendidikan di Indonesia, dan Solusi Pendidikan di Indonesia.
C. Tujuan
dan Manfaat Penulisan
1.
Tujuan
untuk mengetahui masalah-masalah apa saja yang terjadi
pada pendidikan di Indoensia yang dillihat dari kualitas pendidikannya semakin
hari semakin menurun.
2.
Manfaat
Dari
penulisan ini diharapkan mendatangkan manfaat berupa penambahan pengetahuan
serta wawasan penulis kepada pembaca tentang keadaan pendidikan sekarang ini
sehingga kita dapat mencari solusinya secara bersama agar pendidikan di masa
yang akan dapat meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas yang
diberikan.
BAB III
PEMABAHASAN
A. Masalah
Mendasar Pendidikan di Indonesia
Bagi
orang-orang yang berkompeten terhadap bidang pendidikan
akan menyadari bahwa dunia pendidikan kita
sampai saat ini masih mengalami “sakit”. Dunia pendidikan
yang “sakit” ini disebabkan karena pendidikan
yang seharusnya membuat manusia menjadi manusia, tetapi dalam kenyataannya
seringkali tidak begitu. Seringkali pendidikan
tidak memanusiakan manusia. Kepribadian manusia cenderung direduksi oleh sistem
pendidikan yang ada.
Masalah
pertama adalah bahwa pendidikan, khususnya di
Indonesia, menghasilkan “manusia robot”. Kami katakan demikian karena pendidikan yang diberikan ternyata berat sebelah,
dengan kata lain tidak seimbang. Pendidikan
ternyata mengorbankan keutuhan, kurang seimbang antara belajar yang berpikir
(kognitif) dan perilaku belajar yang merasa (afektif). Jadi unsur integrasi
cenderung semakin hilang, yang terjadi adalah disintegrasi. Padahal belajar
tidak hanya berfikir. Sebab ketika orang sedang belajar, maka orang yang sedang
belajar tersebut melakukan berbagai macam kegiatan, seperti mengamati,
membandingkan, meragukan, menyukai, semangat dan sebagainya. Hal yang sering
disinyalir ialah pendidikan seringkali
dipraktekkan sebagai sederetan instruksi dari guru kepada murid. Apalagi dengan
istilah yang sekarang sering digembar-gemborkan sebagai “pendidikan yang menciptakan manusia siap pakai. Dan
“siap pakai” di sini berarti menghasilkan tenaga-tenaga yang dibutuhkan dalam
pengembangan dan persaingan bidang industri dan teknologi. Memperhatikan secara
kritis hal tersebut, akan nampak bahwa dalam hal ini manusia dipandang sama
seperti bahan atau komponen pendukung industri. Itu berarti, lembaga pendidikan diharapkan mampu menjadi lembaga produksi
sebagai penghasil bahan atau komponen dengan kualitas tertentu yang dituntut
pasar. Kenyataan ini nampaknya justru disambut dengan antusias oleh banyak
lembaga pendidikan.
Masalah
kedua adalah sistem pendidikan yang top-down
(dari atas ke bawah) atau kalau menggunakan istilah Paulo Freire (seorang tokoh
pendidik dari Amerika Latin) adalah pendidikan
gaya bank. Sistem pendidikan ini sangat tidak
membebaskan karena para peserta didik (murid) dianggap manusia-manusia yang
tidak tahu apa-apa. Guru sebagai pemberi mengarahkan kepada murid-murid untuk
menghafal secara mekanis apa isi pelajaran yang diceritakan. Guru sebagai
pengisi dan murid sebagai yang diisi. Otak murid dipandang sebagai safe deposit
box, dimana pengetahuan dari guru ditransfer kedalam otak murid dan bila
sewaktu-waktu diperlukan, pengetahuan tersebut tinggal diambil saja. Murid
hanya menampung apa saja yang disampaikan guru.
Jadi
hubungannya adalah guru sebagai subyek dan murid sebagai obyek. Model pendidikan ini tidak membebaskan karena sangat
menindas para murid. Freire mengatakan bahwa dalam pendidikan
gaya bank pengetahuan merupakan sebuah anugerah yang dihibahkan oleh mereka
yang menganggap dirinya berpengetahuan kepada mereka yang dianggap tidak
mempunyai pengetahuan apa-apa.
Yang ketiga,
dari model pendidikan yang demikian maka
manusia yang dihasilkan pendidikan ini hanya
siap untuk memenuhi kebutuhan zaman dan bukannya bersikap kritis terhadap
zamannya. Manusia sebagai objek (yang adalah wujud dari dehumanisasi) merupakan
fenomena yang justru bertolak belakang dengan visi humanisasi, menyebabkan
manusia tercerabut dari akar-akar budayanya (seperti di dunia Timur/Asia).
Bukankah kita telah sama-sama melihat bagaimana kaum muda zaman ini begitu
gandrung dengan hal-hal yang berbau Barat? Oleh karena itu strategi pendidikan di Indonesia harus terlebur dalam
“strategi kebudayaan Asia”, sebab Asia kini telah berkembang sebagai salah satu
kawasan penentu yang strategis dalam bidang ekonomi, sosial, budaya bahkan
politik internasional. Bukan bermaksud anti-Barat kalau hal ini penulis
kemukakan. Melainkan justru hendak mengajak kita semua untuk melihat kenyataan
ini sebagai sebuah tantangan bagi dunia pendidikan
kita. Mampukah kita menjadikan lembaga pendidikan
sebagai sarana interaksi kultural untuk membentuk manusia yang sadar akan
tradisi dan kebudayaan serta keberadaan masyarakatnya sekaligus juga mampu
menerima dan menghargai keberadaan tradisi, budaya dan situasi masyarakat lain?
Dalam hal ini, makna pendidikan menurut Ki
Hajar Dewantara menjadi sangat relevan untuk direnungkan.
B. Kualitas
Pendidikan di Indonesia
– Faktor internal, meliputi jajaran dunia
pendidikan baik itu Departemen Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan daerah, dan juga sekolah yang berada di garis depan.Dalam hal
ini,interfensi dari pihak-pihak yang terkait sangatlah dibutuhkan agar
pendidikan senantiasa selalu terjaga dengan baik.
– Faktor eksternal, adalah masyarakat pada
umumnya.Dimana,masyarakat merupakan ikon pendidikan dan merupakan tujuan dari
adanya pendidikan yaitu sebagai objek dari pendidikan.
Banyak faktor-faktor yang menyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia
semakin terpuruk. Faktor-faktor tersebut yaitu :
1. Rendahnya Kualitas Sarana Fisik
Untuk sarana
fisik misalnya, banyak sekali sekolah dan perguruan btinggi kita yang gedungnya rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar
rendah, buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara laboratorium tidak standar,
pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. Bahkan masih banyak
sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, tidak memiliki perpustakaan, tidak
memiliki laboratorium dan sebagainya.
2. Rendahnya Kualitas Guru
Keadaan guru
di Indonesia juga amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki
profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana disebut
dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan
pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, melakukan
pelatihan, melakukan penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat.
Kendati
secara kuantitas jumlah guru di Indonesia cukup memadai, namun secara kualitas
mutu guru di negara ini, pada umumnya masih rendah. Secara umum, para guru di
Indonesia kurang bisa memerankan fungsinya dengan optimal, karena pemerintah
masih kurang memperhatikan mereka, khususnya dalam upaya meningkatkan
profesionalismenya. Secara kuantitatif, sebenarnya jumlah guru di Indonesia
relatif tidak terlalu buruk. Apabila dilihat ratio guru dengan siswa,
angka-angkanya cukup bagus yakni di SD 1:22, SLTP 1:16, dan SMU/SMK 1:12.
Meskipun demikian, dalam hal distribusi guru ternyata banyak mengandung
kelemahan yakni pada satu sisi ada daerah atau sekolah yang kelebihan jumlah
guru, dan di sisi lain ada daerah atau sekolah yang kekurangan guru. Dalam
banyak kasus, ada SD yang jumlah gurunya hanya tiga hingga empat orang,
sehingga mereka harus mengajar kelas secara paralel dan simultan.
Bila diukur
dari persyaratan akademis, baik menyangkut pendidikan
minimal maupun kesesuaian bidang studi dengan pelajaran yang harus diberikan
kepada anak didik, ternyata banyak guru yang tidak memenuhi kualitas mengajar
(under quality).
Hal itu
dapat dibuktikan dengan masih banyaknya guru yang belum sarjana, namun mengajar
di SMU/SMK, serta banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan disiplin ilmu
yang mereka miliki. Keadaan seperti ini menimpa lebih dari separoh guru di
Indonesia, baik di SD, SLTP dan SMU/SMK. Artinya lebih dari 50 persen guru SD,
SLTP dan SMU/SMK di Indonesia sebenarnya tidak memenuhi kelayakan mengajar.
Dengan kondisi dan situasi seperti itu, diharapkan pendidikan
yang berlangsung di sekolah harus secara seimbang dapat mencerdaskan kehidupan
anak dan harus menanamkan budi pekerti kepada anak didik. “Sangat kurang tepat
bila sekolah hanya mengembangkan kecerdasan anak didik, namun mengabaikan
penanaman budi pekerti kepada para siswanya.
Walaupun
guru dan pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi, pengajaran merupakan titik
sentral pendidikan dan kualifikasi, sebagai
cermin kualitas, tenaga pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. Kualitas
guru dan pengajar yang rendah juga dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat
kesejahteraan guru.
3. Rendahnya
Kesejahteraan Guru
Rendahnya
kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. Dengan pendapatan yang rendah,
terang saja banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. Ada yang
mengajar lagi di sekolah lain, memberi les pada sore hari, menjadi tukang ojek,
pedagang mie rebus, pedagang buku/LKS, pedagang pulsa ponsel, dan sebagainya.
Dengan
adanya UU Guru dan Dosen, barangkali kesejahteraan guru dan dosen (PNS) agak
lumayan. Pasal 10 UU itu sudah memberikan jaminan kelayakan hidup. Di dalam
pasal itu disebutkan guru dan dosen akan mendapat penghasilan yang pantas dan
memadai, antara lain meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji,
tunjangan profesi, dan/atau tunjangan khusus serta penghasilan lain yang
berkaitan dengan tugasnya. Mereka yang diangkat pemkot/pemkab bagi daerah
khusus juga berhak atas rumah dinas.
Tapi,
kesenjangan kesejahteraan guru swasta dan negeri menjadi masalah lain yang muncul.
Di lingkungan pendidikan swasta, masalah
kesejahteraan masih sulit mencapai taraf ideal. Diberitakan Pikiran Rakyat 9
Januari 2006, sebanyak 70 persen dari 403 PTS di Jawa Barat dan Banten tidak
sanggup untuk menyesuaikan kesejahteraan dosen sesuai dengan amanat UU Guru dan
Dosen.
4. Rendahnya
Prestasi Siswa
Dengan
keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik, kualitas guru, dan
kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan.
Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di
dunia internasional sangat rendah. Menurut Trends in Mathematic and Science
Study (TIMSS) 2003 (2004), siswa Indonesia hanya berada di ranking ke-35 dari
44 negara dalam hal prestasi matematika dan di ranking ke-37 dari 44 negara
dalam hal prestasi sains. Dalam hal ini prestasi siswa kita jauh di bawah siswa
Malaysia dan Singapura sebagai negara tetangga yang terdekat.
Dalam hal
prestasi, 15 September 2004 lalu United Nations for Development Programme
(UNDP) juga telah mengumumkan hasil studi tentang kualitas manusia secara
serentak di seluruh dunia melalui laporannya yang berjudul Human Development
Report 2004. Di dalam laporan tahunan ini Indonesia hanya menduduki posisi
ke-111 dari 177 negara. Apabila dibanding dengan negara-negara tetangga saja,
posisi Indonesia berada jauh di bawahnya.
Dalam skala
internasional, menurut Laporan Bank Dunia (Greaney,1992), studi IEA
(Internasional Association for the Evaluation of Educational Achievement) di
Asia Timur menunjukan bahwa keterampilan membaca siswa kelas IV SD berada pada
peringkat terendah. Rata-rata skor tes membaca untuk siswa SD: 75,5 (Hongkong),
74,0 (Singapura), 65,1 (Thailand), 52,6 (Filipina), dan 51,7 (Indonesia).
Anak-anak
Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata
mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan
penalaran. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan
mengerjakan soal pilihan ganda.
Selain itu,
hasil studi The Third International Mathematic and Science
Study-Repeat-TIMSS-R, 1999 (IEA, 1999) memperlihatkan bahwa, diantara 38 negara
peserta, prestasi siswa SLTP kelas 2 Indonesia berada pada urutan ke-32 untuk
IPA, ke-34 untuk Matematika. Dalam dunia pendidikan
tinggi menurut majalah Asia Week dari 77 universitas yang disurvai di asia
pasifik ternyata 4 universitas terbaik di Indonesia hanya mampu menempati
peringkat ke-61, ke-68, ke-73 dan ke-75.
5. Kurangnya
Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Kesempatan
memperoleh pendidikan masih terbatas pada
tingkat Sekolah Dasar. Data Balitbang Departemen Pendidikan
Nasional dan Direktorat Jenderal Binbaga Departemen Agama tahun 2000 menunjukan
Angka Partisipasi Murni (APM) untuk anak usia SD pada tahun 1999 mencapai 94,4%
(28,3 juta siswa). Pencapaian APM ini termasuk kategori tinggi. Angka
Partisipasi Murni Pendidikan di SLTP masih
rendah yaitu 54, 8% (9,4 juta siswa). Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas.
Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan
sumber daya manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan kebijakan
dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat
untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut.
6. Rendahnya Relevansi Pendidikan dengan Kebutuhan
Hal tersebut
dapat dilihat dari banyaknya lulusan yang menganggur. Data BAPPENAS (1996) yang
dikumpulkan sejak tahun 1990 menunjukan angka pengangguran terbuka yang
dihadapi oleh lulusan SMU sebesar 25,47%, Diploma/S0 sebesar 27,5% dan PT
sebesar 36,6%, sedangkan pada periode yang sama pertumbuhan kesempatan kerja
cukup tinggi untuk masing-masing tingkat pendidikan
yaitu 13,4%, 14,21%, dan 15,07%. Menurut data Balitbang Depdiknas 1999, setiap
tahunnya sekitar 3 juta anak putus sekolah dan tidak memiliki keterampilan
hidup sehingga menimbulkan masalah ketenagakerjaan tersendiri. Adanya ketidakserasian
antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia
kerja ini disebabkan kurikulum yang materinya kurang funsional terhadap
keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja.
7. Mahalnya
Biaya Pendidikan
Pendidikan bermutu itu mahal. Kalimat ini sering muncul untuk
menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam
bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga
Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain
kecuali tidak bersekolah. Orang miskin tidak boleh sekolah.
Untuk masuk
TK dan SDN saja saat ini dibutuhkan biaya Rp 500.000, sampai Rp 1.000.000.
Bahkan ada yang memungut di atas Rp 1 juta. Masuk SLTP/SLTA bisa mencapai Rp 1
juta sampai Rp 5 juta.
Makin
mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak
lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan MBS (Manajemen Berbasis
Sekolah). MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk
melakukan mobilisasi dana. Karena itu, Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu
disyaratkan adanya unsur pengusaha.
Asumsinya,
pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas. Hasilnya, setelah Komite
Sekolah terbentuk, segala pungutan uang selalu berkedok, “sesuai keputusan Komite
Sekolah”. Namun, pada tingkat implementasinya, ia tidak transparan, karena yang
dipilih menjadi pengurus dan anggota Komite Sekolah adalah orang-orang dekat
dengan Kepala Sekolah. Akibatnya, Komite Sekolah hanya menjadi legitimator
kebijakan Kepala Sekolah, dan MBS pun hanya menjadi legitimasi dari pelepasan
tanggung jawab negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya.
Kondisi ini
akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum Pendidikan
(RUU BHP). Berubahnya status pendidikan dari
milik publik ke bentuk Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan
politis amat besar. Dengan perubahan status itu Pemerintah secara mudah dapat
melemparkan tanggung jawabnya atas pendidikan
warganya kepada pemilik badan hukum yang sosoknya tidak jelas. Perguruan Tinggi
Negeri pun berubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Munculnya BHMN dan
MBS adalah beberapa contoh kebijakan pendidikan
yang kontroversial. BHMN sendiri berdampak pada melambungnya biaya pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi favorit.
Privatisasi
atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pelayanan publik tak lepas
dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang. Utang luar
negeri Indonesia sebesar 35-40 persen dari APBN setiap tahunnya merupakan
faktor pendorong privatisasi pendidikan.
Akibatnya, sektor yang menyerap pendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban. Dana pendidikan
terpotong hingga tinggal 8 persen (Kompas, 10/5/2005).
Dari APBN
2005 hanya 5,82% yang dialokasikan untuk pendidikan.
Bandingkan dengan dana untuk membayar hutang yang menguras 25% belanja dalam
APBN (www.kau.or.id). Rencana Pemerintah memprivatisasi pendidikan dilegitimasi melalui sejumlah peraturan, seperti
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, RUU
Badan Hukum Pendidikan, Rancangan Peraturan
Pemerintah (RPP) tentang Pendidikan Dasar dan
Menengah, dan RPP tentang Wajib Belajar. Penguatan pada privatisasi pendidikan itu, misalnya, terlihat dalam Pasal 53
(1) UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional (Sisdiknas). Dalam pasal itu disebutkan, penyelenggara dan/atau satuan
pendidikan formal yang didirikan oleh
Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan.
Seperti
halnya perusahaan, sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam
operasional pendidikan. Koordinator LSM
Education Network for Justice (ENJ), Yanti Mukhtar (Republika, 10/5/2005)
menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan
berarti Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan
dengan menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan
ke pasar. Dengan begitu, nantinya sekolah memiliki otonomi untuk menentukan
sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan.
Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan
mempertahankan mutu. Akibatnya, akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat
semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial, antara yang kaya dan miskin.
Hal senada
dituturkan pengamat ekonomi Revrisond Bawsir. Menurut dia, privatisasi pendidikan merupakan agenda Kapitalisme global yang
telah dirancang sejak lama oleh negara-negara donor lewat Bank Dunia. Melalui
Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan
(RUU BHP), Pemerintah berencana memprivatisasi pendidikan.
Semua satuan pendidikan kelak akan menjadi
badan hukum pendidikan (BHP) yang wajib
mencari sumber dananya sendiri. Hal ini berlaku untuk seluruh sekolah negeri,
dari SD hingga perguruan tinggi.
Bagi
masyarakat tertentu, beberapa PTN yang sekarang berubah status menjadi Badan
Hukum Milik Negara (BHMN) itu menjadi momok. Jika alasannya bahwa pendidikan bermutu itu harus mahal, maka argumen ini
hanya berlaku di Indonesia. Di Jerman, Prancis, Belanda, dan di beberapa negara
berkembang lainnya, banyak perguruan tinggi yang bermutu namun biaya
pendidikannya rendah. Bahkan beberapa negara ada yang menggratiskan biaya pendidikan.
Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, atau
tepatnya, tidak harus murah atau gratis. Tetapi persoalannya siapa yang
seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk
menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan
dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan
bermutu. Akan tetapi, kenyataannya Pemerintah justru ingin berkilah dari
tanggung jawab. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi
Pemerintah untuk cuci tangan.
C. Solusi
Pendidikan di Indonesia
Untuk mengatasi masalah-masalah, seperti rendahnya
kualitas sarana fisik, rendahnya kualitas guru, dan lain-lain seperti yang
telah dijelaskan diatas, secara garis besar ada dua solusi yaitu:
– Solusi sistemik, yakni solusi dengan mengubah
sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan.
Seperti diketahui sistem pendidikan sangat
berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, diterapkan dalam konteks
sistem ekonomi kapitalisme (mazhab neoliberalisme), yang berprinsip antara lain
meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik, termasuk
pendanaan pendidikan.
– Solusi teknis, yakni solusi yang menyangkut hal-hal
teknis yang berkait langsung dengan pendidikan.
Solusi ini misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi
siswa.
Solusi untuk
masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk
meningkatkan kualitas sistem pendidikan.
Rendahnya kualitas guru, misalnya, di samping diberi solusi peningkatan
kesejahteraan, juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan
berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi siswa,
misalnya, diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi
pelajaran, meningkatkan alat-alat peraga dan sarana-sarana pendidikan, dan sebagainya.
Maka dengan
adanya solusi-solusi tersebut diharapkan pendidikan
di Indonesia dapat bangkit dari keterpurukannya, sehingga dapat menciptakan
generasi-generasi baru yang berSDM tinggi, berkepribadian pancasila dan
bermartabat.
BAB IV
PENUTUP
A. Simpulan
Banyak
sekali factor yang menjadikan rendahnya kualitas pendidikan
di Indonesia. Factor-faktor yang bersifat teknis diantaranya adalah rendahnya
kualitas guru, rendahnya sarana fisik, mahalnya biaya pendidikan,
rendahnya prestasi siswa, rendahnya kesejahteraan guru, rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan, kurangnya pemerataan
kesempatan pendidikan. Namun sebenarnya yang
menjadi masalah mendasar dari pendidikan di
Indonesia adalah sistem pendidikan di
Indonesia itu sendiri yang menjadikan siswa sebagai objek, sehingga manusia
yang dihasilkan dari sistem ini adalah manusia yang hanya siap untuk memenuhi
kebutuhan zaman dan bukannya bersikap kritis terhadap zamannya. Maka disinilah
dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan mesyarakat untuk mengatasi segala permasalahan pendidikan
di Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA










